Jumat, 11 September 2015

= MENATAP

MENATAP
karya wijanarko

Laku berlapis kulit ari penuh pesona
Tidak penting lagi menara gading
Karena sama sekali tidak menghasilkan kemilaunya sebuah laku
Was - was menjadi sebuah bayangan bertaring
Relung hati tercabik mengerang jika lupa masuk diri

Hati terselami kehendak yang penuh cahaya
Dada terselimuti angan mulia
Siaplah mata hati menanti pancaran air kehidupan
Matapun digandeng kuasa melihat bersama
Yang tersirat dan yang tersurat menyatu
Dalam sebuah pemahaman sejati
Pilah memilah rasa ketika datangnya
Setiap butir - butir percikan ilmu kesempurnaan
Logikapun dimaknai pada tempat yang seharusnya
Duduk merenung tidak kehilangan kesejatiannya
Pada akhirnya sejatinya kebahagiaan tidaklah jauh
Kadang meringkuk di pojok kekalutan hati
Tidak kutinggalkan kebahagiaan sejati hanya karena kesenangan semu
Sapa jati diri
Mengenal, menghayati dan mengerti serta memupuknya
Sahabat setia tercipta dengan tulus ikhlas seiasekata
Dalam diri yang telah diendapkan di lubuk hati

Yogyakarta
9 September 2015

= PARIKAN

Parikan
--
Neng nggandekan tuku wajik
Mripat kodok koyo neker
Yen arep turu kudu wijik
Supoyo le turu iso angler

= MENGENAL

MENGENAL
karya : wijanarko

Takdir berpasangan terpatri tidak tertolak
Panjang laku belajar menggapai hakekatnya
Alami derita bahagia dipintu kalbu
Fahami percikan pemahaman yang jadi kehendak

Hikmah pengetahuan disadari dan dihayati
Belajar kumengerti esensinya
Berpasangnya bahagia derita menjadi yang terindah
Karena adanya bahagia tidak terlepas dari derita
Bersyukur memahami pasangan yang telah ditakdirkan
Dua untuk satu, satu untuk dua
Tolak lupa diri ketika berbahagia
Tidak bersusah hati ketika derita menghampiri
Bersyukur faham berpasangan yang digariskan
Agar rajin meminta kepada-Nya dan tidak jumawa
Matahati terjaga mengamati diri
Tidak lelah memaknai pengalaman hidup
Tersesat bukan yang dikehendaki
Hidup terprogram menjadi ikhtiar
Semoga setiap harapan tergapai pada akhirnya
Ucapkan terimakasih kepada sahabat
Sang pendukung yang selalu ada disana
Meski ketulusan kontemplasi perlu diceritakan
Agar salah pengertian tertunda atau bahkan tidak ada
Semoga sendirimu difahami dan dimaklumi
Meski mengekor kadang penting sebagai bentuk kasih
Tetapi prinsip tetaplah yang utama
Wujud kasih sayang kepada sesama
Meski hal itu kadang masih terhijab
Sehingga tugas mengupas kehidupan dimaklumi oleh sesama

Yogyakarta
10 September 2015

= PERTIWI

PERTIWI

Kerontang ranting menyeruak dibalik belukar
Merah indah mawar berduri, harum berkarisma bunga melati
Fenomena terpadu, terangkum berilmu
Tiada sia - sia dalam setiap karya adiluhung
Mungkin belumlah cukup ilmu untuk memahami

Yang sedang tumbuh menggeliat sesuai sepak terjangnya
Yang layu jatuh memberikan faedahnya
Kearifan alam seyogyanya disadari dengan penuh bijaksana
Rupawan budipekerti sang Arjuna
Bagaikan sinar bulan yang menuntun siapa saja dimalam gelap gulita
Sifat pohon pisang yang belumlah mau mati sebelum memberi ditengok pula
Pohon kelapa yang menyuguhkan setiap bagiannya yang berfaedah bagi lingkungannya
Tidak ada kesenjangan disana
Sungai menangkap kelapa yang jatuh, menghanyutkan, menghantarkan pada tempat yang dipilihnya
Sawah ladangpun juga ikut merasakan berkah itu
Lemah gemulai jalannya sang kijang tanda anugerah yang tidak terkira
Hijau semua dilihat, anggun kearifan alam
Keheningan dan ketenangan telaga semakin menambah syahdunya alam sekeliling
Cahaya matahari yang membangunkan burung dan ayam yang tidur lelap semalam
Tidak ada yang tercecer dari rutinitas yang tertata dengan tertib
Meski kadang membuat malu embun pagi untuk menari diatas dedaunan
Tetapi semua itu sudah cukup bagiku untuk menyadari.

by : wijanarko
10 September 2015

= INSPIRASI

INSPIRASI
karya : wijanarko

Gajah didepan mata tidak terpantau oleh kesadaran
Percikan ilmu yang terbentang luas menjadi sia-sia
Rindu pada putihnya hati tajam menguak misteri
Didepan niat hendaklah ditanam

Jangan mengira batu itu membisu
Karena pada saatnya dia akan bicara menjadi saksi
Angan terbang tinggi bagaikan kuda sembrani
Jangan beri kesempatan dirimu terguncang
Senyum syukur menghiasi lorong syair
Sedikit berbahagia tidaklah salah dirasa
Menghormati apa yang ada disekeliling
Siapa tahu engkau mendapat sebagian ilmunya
Jalan didepan sesama juga memakai irama
Tebarkan angin sepoi jangan leparkan api
Jiwa ini selalu rindu berbagi kepada sesama
Wujud terimakasih yang sekian lama disuapi
Hati seyogyanya dijaga kesadarannya
Agar syairmu tetap mengalir
Mengisi relung - relung kehidupan

Yogyakarta
10 September 2015

= SANTAI

SANTAI

Telur ceplok mata sapi
Duduk manis minum kopi
Hati rindu tiada henti
Ingat pada pujaan hati

Bangun pagi bukannya gosok gigi
Bahkan juga lupa untuk lari pagi
Pagi sendiri lupa mikir untung rugi
Selendang sutera
Pembangkit selera
Bukti cinta seluas gurun sahara
Menemaniku ketika ada prahara
Terimakasih wahai pujaan hati
Yang kehadiranmu selalu kunanti.

by : wijanarko
10 September 2015

= SANTAI

SANTAI

Telur ceplok mata sapi
Duduk manis minum kopi
Hati rindu tiada henti
Ingat pada pujaan hati

Bangun pagi bukannya gosok gigi
Bahkan juga lupa untuk lari pagi
Pagi sendiri lupa mikir untung rugi
Selendang sutera
Pembangkit selera
Bukti cinta seluas gurun sahara
Menemaniku ketika ada prahara
Terimakasih wahai pujaan hati
Yang kehadiranmu selalu kunanti.

by : wijanarko
10 September 2015