http://edupost.id/berita-pendidikan/read/hari-aksara-internasional-ke-50/
08/09/2015 |
Berita Pendidikan
Isu Pendidikan
Edupost.ID – Setiap tanggal 8 September ditetapkan
sebagai Hari Aksara Internasional (International Literacy Day). Hal ini
berdasarkan hasil Konferensi Tingkat Menteri Negara-Negara Anggota PPB
yang diadakan United Nations Educational, Scientific and Cultural
Organization (UNESCO) pada 17 November 1965 lalu di Teheran, Iran.
Hari Aksara Internasional (HAI) pertama kali
diperingati tahun 1966. HAI diperingati setiap negara dengan semangat
untuk memberantas buta aksara di seluruh dunia.
Berdasarkan data UNESCO, terdapat 781 juta penduduk
dewasa yang masih belum bisa membaca, menulis, dan berhitung. Dua
pertiga dari mereka adalah perempuan. Sedangkan pada kelompok anak,
terdapat lebih dari 126 juta anak yang tidak bisa membaca kalimat
sederhana meskipun separuh dari mereka pernah bersekolah selama empat
tahun.
Indonesia memulai gerakan pemberantasan buta aksara
secara besar-besaran mulai tahun 1948, di era kepemimpinan Presiden
Soekarno. Program ini berlanjut dengan program kelompok belajar Paket A
Terintegrasi Pendidikan Mata Pencaharian.
Keberhasilan pendidikan dasar dan peningkatan keaksaraan
penduduk ditandai dengan perolehan penghargaan “Avicenna Award” dari
UNESCO yang diserahkan kepada Presiden Soeharto tahun 1994.
Tahun pertama Dekade Keaksaraan Bangsa-Bangsa di
Indonesia ditandai dengan peringatan Hari Aksara Internasional ke-38,
sekaligus pencanangan Gerakan Membaca Nasional oleh Presiden RI Megawati
Soekarnoputri pada tanggal 12 November 2003.
Tahun 2005, penduduk buta aksara mencapai 9,55%, maka
pada tahun 2013 telah turun menjadi 3,86%. Capaian tersebut menunjukkan
bahwa Indonesia telah berhasil memenuhi target Deklarasi Dakkar tentang
Pendidikan Untuk Semua (PUS) atau Education for All (EFA) yaitu pada
tahun 2015 Indonesia dapat menurunkan separuh penduduk buta aksara
menjadi tinggal 5%.
Walau demikian, pemerintah tetap perlu menciptakan
berbagai terobosan dalam menuntaskan program masyarakat melek huruf agar
angka buta huruf di Indonesia dapat diatasi.
(IK-SS)